MANAJEMEN DAN PERENCANAAN KURIKULUM DI MADRASAH


I. PENDAHULUAN
Perlu kita ingat kembali bahwasanya manjemen pendidikan merupakan suatu cabang ilmu yang usianya relative tergolong muda, sehingga kita tidak merasa aneh apabila mungkin dari kita ada yang belum mengenal cabang ilmu ini. Istilah lama yang sering didengar adalah “administrasi”.
Kegiatan pengembangan kurikulum harus berlandaskan pada fungsi-fungsi manajemen. Untuk dapat dipahami sebagai pengalaman untuk mempersiapkan peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan, baik yang diperoleh dari dalam maupun luar lembaga pendidikan, maka kurikulum hendaknya melalui fungsi perencanaan yang matang serta sistematis dan terpadu, pengorganisasian yang baik, diimplementasikan di lapangan, dan diawasi pelaksanaannya.
Untuk mengembangkan suatu rencana seseorang harus mengacu kemasa depan. Perencanaan ini memberikan pengaruh dalam menentukan pengeluaran biaya atau keuntungan, menetapkan perangkat tujuan atau hasil akhir, mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan akhir, menyusun atau menetapkan prioritas dan urutan strategi, menetapkan prosedur kerja dengan metode yang baru, serta mengembangkan kebijakan-kebijakan.
Dalam aplikasinya manajemen mempunyai beberapa fungsi mulai dari, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengkomunikasian, dan sampai dengan pengawasan.
Demikian halnya dalam organisasi sekolah atau satuan pendidikan perlu adanya sebuah manajemen untuk mengatur dan menata demi tercapainya visi dan misi organisasi sekolah tersebut.

II. RUMUSAN MASALAH
Dari uraian pendahuluan diatas maka penulis menarik beberapa permasalahan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Pengertian Manajemen Perencanaan Kurikulum
2. Manajemen Perencanaan Kurikulum
3. Manajemen Pelaksanaan Kurikulum

III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Manajemen Perencanaan Kurikulum
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Menurut Oey Liang Gie (Guru besar manajemen UI) manajemen adalah “seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu”. Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Kurikulum berasal dari bahasa latin yang kata dasarnya “currere” yang artinya adalah lapangan perlombaan lari. Lapangan tersebut ada batas start dan ada batas finish. Sehingga dalam lapangan pendidikan sudah ditentukan secara pasti batasan dari mana mulai diajarkan dan kapan dikahiri, dan bagaiman cara menguasai bahan agar dapat mencapai gelar.
Kurikulum merupakan progam pendidikan, bukan progam pengajaran. Yaitu progam yang direncanakan, diprogamkan dan dirancanagkan yang berisi bberbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang maupun yang akan dating. Kesemuanya tersebut direncanakan secara sistematik, artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai factor pendidikan secara harmonis.
Sehingga kurikulum adalah : suatu progam pendidikan yang berisi berbagai bahan ajar dan belajar yang diprogamkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Menurut UU. Sisdiknas tahun 1989 pada bab I pasal 1 bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan peratuaran mengenai ini dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar.
Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha, meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.
Manajemen dalam perencanaan kurikulum dapat diartikan sebagai keahlian atau kemampuan merencanakan dan mengorganisasi kurikulum. Siapa yang bertanggungjawab dan bagaimana perencanaan kurikulum itu dilaksanakan secara profesional merupakan dua hal yang perlu diungkapkan dalam perencanaan kurikulum.
Ada beberapa unsur dalam definisi kurikulum diantaranya sbb :
1. seperangkat rencana
2. Pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran
3. Pengaturan cara yang digunakan
4. sebagai pedoman kegiatan belajar mengajar
Menurut Hilda taba, dia mengelompokkan isi dari kurikulum menjadi 4 kelompok, yakni :
o Tujuan
o Isi
o Pola belajar mengajar
o Evaluasi

B. Manajemen Perencanaan Kurikulum
1. Pedoman Perencanaan Kurikulum
Disamping perencanaan yang merupakan tujuan pendidikan dan susunan bahan pelajaran, pemerintah pusat mengeluarkan pedoman-pedoman umum yang harus diikuti oleh sekolah untuk menyusun perencanaan yang sifatnya operasional di sekolah, pedoman tersebut antara lain berupa :
a) Struktur progam
Struktur progam adalah susunan bidang pelajaran yang harus dijadikan pedoman pelaksanaan kurikulum disuatu jenis dan jenjang sekolah. yakni terkait dengan komponen jenis-jenis progam pendidikan, bidang studi untuk masing-masing jenis progam, satuan waktu pelaksanaan (semester/ semesteran), alokasi waktu untuk tiap bidang studi tiap satuan waktu pelaksanaan, dan jumlah jam pelajaran per minggu.
b) Penyusunan jadwal pelajaran
Yang dimaksud dengan jadwal pelajran adalah urut-urutan mata pelajaran sebagai pedoman yang harus diikuti dalam pelaksanaan pemberian pelajaran. Jadwal bermanfaat sebagai pedoman bagi guru, siswa, maupun kepala sekoal.
c) Penyusunan Kalender Pendidikan
Menyusun rencana kerja sekolah untuk selama 1 tahun merupakan bagian manajemen kurikulum terpenting yang harus sudah tersusun sebelum ajaran baru. Tujuan penyusunan kalender akademik adalah agar pengunaan waktu selama satu tahun terbagi secara merata dan sebaik-baiknya dari peningkatan mutu pendidikan.
d) Pembagian tugas guru
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembagian tugas guru adalah sbb:
o bidang keahlian yang dimiliki oleh guru
o system guru kelas dan system guru bidang studi
o formasi, yakni susunan jatah petugas sesuai dengan banyak dan jenis tugas yang akan dipikul.
o Bahan tugas guru mennurut ketentuan yaitu 24 jam per minggu
o Kemungkinan adanya perangkapan tugas mengajar mata pelajaran lain jika masih kekurangan guru
o Masa kerja dan pengalaman mengajar guru dalam bidangnya.
e) Pengaturan atau penempatan siswa dalam kelas
Pengaturan siswa menurut kelasnya sebaiknya sudah ditentukan bersama waktu dengan pendaftaran ulaang siswa.
f) Pengaturan atau penempatan siswa dalam kelas
Langkah pertama yang dilakukan guru saat menerima tugas untuk tahun ajaran baru adalah mempersiapkan segala sesuatu agar apa biala sudah sampai saatnya mengajar tinggal memusatkan perhatian pada lingkup yang khusus yaitu interaksi belajar mengajar.
Terdapat banyak langkah-langkah perencanaan kurikulum dilakukan oleh para ahli, diantaranya :
1) Fondation of education planning, Unesco 76
a. Tahap perencanaan
o Diagnosis system
o Formulasi tujuan
o Perkiraan sumber
o Perkiraan target
o Constrains
b. Formulasi rencana
c. Elaborasi rencana
d. Evaluasi/ revisi
2) Model Ralph Tyler 1950
a. Menentukan tujuan
b. Memilih pengalaman-pengalaman pendidikan
c. Mengorganisir no. b
d. Cara mengevaluasi
3) Model D.K Wheeler 1967
a. Menentukan tujuan
b. Memilih pengalaman pendidikan (belajar)
c. Menentukan materi pelajaran
d. Organisasi dan integrasi no b dan c
e. Evaluasi terhadap efektifitas pada no b, c, d dalam pencapaian no. a.
2. Prinsip Perencanaan Kurikulum
Ada delapan prinsip yang harus diperhatikan dalam kegiatan manajemen perencanaan kurikulum, yaitu:
1) Perencanaan yang dibuat harus memberikan kemudahan dan mampu memicu pemilihan dan pengembangan pengalaman belajar yang potensial sesuai dengan hasil (tujuan) yang diharapkan sekolah.
2) Perencanaan hendaknya dikembangkan oleh guru sebagai pihak yang langsung bekerja sama dengan siswa.
3) Perencanaan harus memungkinkan para guru menggunakan prinsip-prinsip belajar dalam memilih dan memajukan kegiatan-kegiatan belajar di sekolah.
4) Perencanaan harus memungkinkan para guru menyesuaikan pengalaman-pengalaman dengan kebutuhan-kebutuhan pengembangan, kesanggupan, dan taraf kematangan siswa (level of pupils).
5) Perencanaan harus menggiatkan para guru untuk mempertimbangkan pengalaman belajar sehingga anak-anak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan di dalam dan di luar sekolah.
6) Perencanaan harus merupakan penyelenggaraan suatu pengalaman belajar yang kontinu sehingga kegiatan-kegiatan belajar siswa dari sejak awal sungguh mampu memberikan pengalaman.
7) Kurikulum harus direncanakan sedemikian rupa sehingga mampu membantu pembentukan karakter, kepribadian, dan perlengkapan pengetahuan dasar siswa yang bernilai demokratis dan yang sesuai dengan karakter kebudayaan bangsa Indonesia.
8) Perencanaan harus realistis, feasible (dapat dikerjakan), dan acceptable (dapat diterima dengan baik).
3. Azas-azas Perencanaan Kurikulum
Perencanaan kurikulum disusun berdasarkan azas-azas sebagai berikut:
1) Objektivitas
Perencanaan kurikulum memiliki tujuan yang jelas dan spesifik berdasarkan tujuan pendidikan nasional, data input yang nyata sesuai dengan kebutuhan.
2) Keterpaduan
Perencanaan kurikulum memadukan jenis dan sumber dari semua disiplin ilmu, keterpaduan sekolah dan masyarakat, keterpaduan internal, serta keterpaduan dalam proses penyampaian.
3) Manfaat
Perencanaan kurikulum menyediakan dan menyajikan pengetahuan dan keterampilan sebagai bahan masukan untuk pengambilan keputusan dan tindakan, serta bermanfaat sebagai acuan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan.
4) Efisiensi dan Efektivitas
Perencanaan kurikulum disusun berdasarkan prinsip efisiensi dana, tenaga, dan waktu dalam mencapai tujuan dan hasil pendidikan.
5) Kesesuaian
Perencanaan kurikulum disesuaikan dengan sasaran peserta didik, kemampuan tenaga kependidikan, kemajuan IPTEK, dan perubahan/perkembangan masyarakat.
6) Keseimbangan
Perencanaan kurikulum memperhatikan keseimbangan antara jenis bidang studi, sumber yang tersedia, serta antara kemampuan dan program yang akan dilaksanakan.
7) Kemudahan
Perencanaan kurikulum memberikan kemudahan bagi para pemakainya yang membutuhkan pedoman berupa bahan kajian dan metode untuk melaksanakan proses pembelajaran.
8) Berkesinambungan
Perencanaan kurikulum ditata secara berkesinambungan sejalan dengan tahapan, jenis, dan jenjang satuan pendidikan.
9) Pembakuan
Perencanaan kurikulum dibakukan sesuai dengan jenjang dan jenis satuan pendidikan, sejak dari pusat sampai daerah.
10) Mutu
Perencanaan kurikulum memuat perangkat pembelajaran yang bermutu, sehingga turut meningkatkan mutu proses belajar dan kualitas lulusan secara keseluruhan.

C. Manajemen Pelaksanaan Kurikulum
Yang dimaksud dengan pelaksanaan kurikilum disini adalah pelaksanaan mengajar di kelas yang berkali-kali telah disebut merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah. pelaksanaan mengajar dikelas, guru menyempatkan perhatian pada interaksi belajar mengajar, juga meliputi ruang, dan aktivitas dalam kelas, dan hal ini sudah dilakukan semenjak memasuki ruang kelas. Maka secara manajemen, selama guru dalam ruang kelas terbagi menjadi 3 (tiga) tahap yaitu :
1. Persiapan
Tahap persiapan adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru sebelum memulai mengajar, antara lain mengerjakan :
 mengucapkan salam atau selamat pagi dan meletakkan alat-alat mengajar dimeja.
 Memperhatikan kondisi disekeliling kelas, apakah ada kondisi yang mengganggu proses belajar mengajar.
 Melakukan absensi
 Memeriksa apakah siswa sudah siap dengan catatan dan sudah tidak ada lagi barang-barang atau buku lain yang dipegang.
2. Pelaksanaan pelajaran
Pelaksanaan pelajaran adalah kegiatan mengajar sesungguhnya yang dilakukan oleh guru dan sudah ada interaksi langsung dengan siswa mengenai pokok bahasan yang diajarkan. Dalam pelaksanaan ini juga terbagi menjadi 3 (tiga) tahapan :
 Pendahuluan
Mulai mengajar dengan mengerahkan perhatian untuk masuk ke pokok bahasan, misal dengan memberikan apersepsi atau mengajukan pertanyaan dsb.
 Pelajaran inti
Interaksi belajar mengajar yang terjadi dimana selama guru, siswa membahas pokok bahasan yang menjadi acara pada jam itu.
 Evaluasi
Kegiatan yang dilakukan oleh guru setelah selesai pembahasan pelajaran inti. Penutupan ini dapat dilakukan dengan, membuat ringkasan, mengajukan pertanyaan, memberikan evaluasi formatif, memberi tugas rumah dsb.
3. Penutupan
Yaitu kegiatan yang terjadi di kelas setelah guru selesai melaksanakan tugasnyamengajarkan materi yang menjadi tanggung jawabnya pada pertemuan tersebut.
Kegiatan manajemen kurikulum yang dilaksanakan oleh guru pada waktu pelaksanaan pelajaran ada 2 (dua) yakni :
a. Pengisian buku kemajuan siswa
buku ini disebut juga buku kelas adalah buku yang digunakan untuk mencatat kemajuan (progress) pelaksanaan pelajaran
b. Pengisian buku bimbingan belajar
Buku ini di isi guru yang berisi tentang hal-hal mengenai kesulitan perseorangan atau kelompok maupun klasikal serta pemecahan yang telah dicobakan. Catatan ini penting sekali untuk memperbaiki cara mengajar untuk masa yang akan dating apalagi untuk kasus yang sama.

IV. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan :
1. Manajemen dalam perencanaan kurikulum dapat diartikan sebagai keahlian atau kemampuan merencanakan dan mengorganisasi kurikulum. Siapa yang bertanggungjawab dan bagaimana perencanaan kurikulum itu dilaksanakan secara profesional merupakan dua hal yang perlu diungkapkan dalam perencanaan kurikulum.
2. Perencanaan Kurikulum harus memenuhi Kriteria-kriteria agar dpat tercapainya target pendidikan dalam suatu madrasah diantaranya adalah :
a. Pedoman Perencanaan Kurikulum
b. Prinsip Perencanaan Kurikulum
c. Azas-azas perencanaan kurikulum
3. Manajemen pelaksanan kurikulum adalah guru menyempatkan perhatian pada interaksi belajar mengajar, juga meliputi ruang, dan aktivitas dalam kelas, dan hal ini sudah dilakukan semenjak memasuki ruang kelas. Sehingga manajemen yang harus dilakukan oleh seorang guru ketika berada di dalam kelas adalah :
a. Persiapan
b. Pelaksanaan Pelajaran
c. Penutupan

VI. PENUTUP
Alhamdulillah rasa syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan segala rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya kepada kami sehingga dengan segala daya dan upaya penulis dapat menghadirkan makalah ini
Apa yang kami utarakan didalam makalah ini hanyalah merupakan sebagian kecil dari dari topik pembahasan dari tugas yang kami dapat, dan dalam pembahasan kami tentu banyak yang belum dapat kami bahas.
Harapan kami, mudah-mudahan melalui makalah ini sedikit dapat diambil menjadi manfaat oleh para pembaca sekalian, dan kami mengahturkan maaf bila apa yang kami hadirkan masih jauh dari sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, Manajemen Pendidikan, Aditia Media, Yogyakarta, 2009
Prof. Drs. H. Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2004
DR. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung 2001

http://eduzona.blogspot.com/2010/03/siklus-pengembangan-ktsp.html

http://mtsnu1.buntetpesantren.org/konsep-dan-implementasi-ktsp-di-madrasah

http://www.media-guru.co.cc/2010/06/manajemen-perencanaan-kurikulum.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s